I don’t like this monday

Pukul 7.50 menit aku sudah merapat di tempat parkir sekolah. I hate monday, semua orang tentunya mengalami hal yang sama, senin dianggap sebagai hari yang membosankan hari dimana orang memulai segala aktivitas dan kepenatan selama enam hari penuh. Tidak akan ada lagi keceriaan, ketenangan dan suasana yang menyenangkan. Sebenarnya saya menginginkan tulisan ini saya beri judul I Like this monday, tetapi pada kenyataanya judul diatas lebih tepat untuk mengintepretasikan apa yang kurasakan hari ini.
Pagi ini saya begitu bersemangat untuk berangkat ke sekolah, namun ditengah-tengah perjalanan tiba-tiba saya merasakan ada sesuatu yang terjadi dengan motor saya, nampaknya rantai motor saya putus.
“aduh… mana udah jam segini lagi..” Dengan kesal aku melirik jam tanganku.
“Pagi-pagi gini mana ada bengkel ya?
Dengan sedikit perasaan putus asa akhirnya aku menuntun kembali motorku untuk mencari bengkel. Nampaknya harapan untuk mendapatkan pertolongan muncul, dari kejauhan kulihat ada Deni murid kelas XII Multimedia. Langsung saja aku berteriak kearahnya, namun karena terlalu ngebut akhirnya dia tidak mendengar panggilanku. Akupun tidak kehilangan akal, langsung saja kuambil handphoneku dan mencoba untuk menelponnya agar dia mau kembali dan membantu aku menuntun motorku ke bengkel terdekat. Tapi memang dasar apes, hanphonenya Deny mati dan tidak bisa dihubungi. Hanya suara operator yang membalas telponku.
“Maaf, nomer yang anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat”
Dengan terpaksa dan jengkel akhirnya aku berjalan sambil menuntun motorku ke bengkel terdekat.
“Jauh amat… pagi-pagi gini mana ada bengkel buka?” gumanku dalam hati.
Lututku sudah terasa pegal dan linu, namun belum juga kutemukan bengkel untuk menyelesaikan masalah ini. Tiba-tiba dari kejauhan kudengar seseorang memanggilku.
“Pak…Pak Nuskhan..”
Sontak kuperhatikan ke kanan jalan, ternyata alumni SMK ini sedang menyapaku, aku hanya diam tidak menyahuti panggilannya. Hanya melempar sedikit senyum kepadanya.
“What the…., you just call me without helping me..? What the hell are you doin?” aku kembali berguman dalam hati, ternyata dia hanya menyapa aku tanpa menawarkan bantuan atau hanya sekedar basa-basi. Aku masih ingat wajahnya yang menyebalkan, dia adalah anak multimedia angkatan tahun 2007. Mungkin dia menaruh dendam padaku, atau tidak suka kepadaku karena dia dulu pernah satu sekolah dengan aku. Mungkin saja dalam hatinya dia merasa puas melihat aku menuntun sepeda dan berjalan kaki begitu jauhnya. Ah, mari kita lupakan dia, karena dia tidak akan menjadi bagian penting dalam hidup kita. Akupun kembali melanjutkan langkah dengan gontai. Di depan terlihat beberapa orang ibu-ibu yang sedang ngrumpi memperhatikan aku.
“Di depan mas ada tambal ban” ucapnya dengan senyum..
“terima kasih Bu… Udah buka ya?” kataku sambil tersenyum penuh kegirangan.
“Udah mas…” balas beberapa ibu-ibu yang lain.
Sekitar 15 meter akhirnya aku menemukan tambal ban yang dimaksud. Dengan lelah aku langsung menghampiri tukang tambal ban.
“mas, rantainya.. tolong ya…” ucapku dengan mimik wajah memelas.
Tanpa banyak bicara tukang tambal ban langsung mengambil beberapa kunci untuk melepas dan memperbaiki rantai motorku yang lepas. Tak begitu lama akhirnya rampung juga.
“udah selesai mas, semuanya Rp.3000,-”…
Akupun segera memberikan tiga lembar uang ribuan kepadanya. Sambil mengucap terima kasih aku langsung menuju ke tempat kerjaku. Akupun mendapat beberapa hal yang menyenangkan hari ini, tentu saja aku tidak perlu mengikuti Upacara bendera. ha..ha… seperti yang sudah-sudah aku begitu bosan ketika musti mengikuri upacara. Selain itu aku kembali mendapat beberapa pelajaran dari apa yang kualami hari ini. Yang pertama tentu saja aku harus mempersiapkan segala hal sebelum memulai sesuatu. Sebenarnya aku sudah tau kalau rantai motorku sudah saatnya untuk diganti, tetapi karena males ke bengkel ya,,,.. akhirnya membuat susah. Intinya kita tidak boleh menunda sesuatu hal, apalagi hal itu merupakan hal yang penting. Paling tidak hari senin ini berbeda dengan hari-hari senin yang kemarin. Semoga besok akan lebih baik daripada hari ini.

Advertisements

2 thoughts on “I don’t like this monday

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s