Mari membuat majalah sendiri (Part 2)

Halo, udah lama neh gak pernah muncul di dunia maya. Maklum sok sibuk, karena memang akhir-akhir ini banyak sekali pekerjaan yang cukup menyita waktu saya. Oke, dalam sekuel kembalinya saya di dunia maya kali ini akan saya lanjutkan tutorial saya yang ke dua (yang pertama klik di sini). Masih seputar adobe indesign kawan. Tutorial ini juga menjawab pertanyaan kelas X MM2 yang pada waktu diskusi kemarin sempat terhenti gara-gara mati lampu. Oke cukup itu saja pengantar dari saya, ikuti aja yang ada di bawah. Semoga bermanfaat.

Membuat text frame

Untuk membuat text frame (area tempat teks) gunakan text tool. Caranya buatlah kotak/persegi dengan mengunakan text tool pada area kerja lalu ketikan teks didalamnya (bisa juga dengan mengcopy paste teks dari microsoft word.

Kok teks frame saya penuh, teks saya kepotong. Lanjutannya dimana ya?

Bila pada saat kalian paste teks ke dalam teks frame, terkadang frame yang kita buat tidak cukup menampung banyaknya teks, sehingga teks yang berada di bawah hilang (tersembunyi). Untuk mengatasinya klik saja pada tanda + berwarna merah yang ada di bawah teks frame denga menggunakan selection tool.

Gunakan selalu teknik tersebut untuk mengalirkan teks yang tersembunyi pada bagian teks frame yang kosong.

Nah, sekarang kita berada pada saat yang menyenangkan. Memasukkan gambar. Yup, tentu saja kurang lengkap kalau sebuah majalah tanpa gambar. Serasa memasak tanpa garam. Gak sedap. Oke, cari gambar apa saja yang kalian punya, tentu saja yang berhubungan dengan tema ataupun teks yang kalian lay out.

Masuk ke file – place (ctrl+d). Temukan dimana kalian menaruh gambarnya trus klik oke.

Mengatur objek foto dengan teks.

Perhatikan gambar di bawah ini, teks yang kita buat mengikuti bentuk daripada gambar. Gimana caranya ya?

Untuk membuatnya kalian harus mempunyai gambar yang sudah dihapus bakcgroundnya. Tentu saja kalian telah melakukan editing di photoshop. Kalian hilangkan background daari sebuah gambar dengan menggunakan teknik apapun yang kalian miliki. Kalau sudah, save gambar kalian dengan format psd atau tiff. Dalam tutorial ini saya menyimpan gambarnya dengan format tiff.

Setelah kalian place tampilannya kurang lebih seperti ini. Kok gak mengikuti gambar?kok teksnya malah tertutup gambar?

Jangan panik kalian harus masuk ke dalam:

OBJECT – CLIPPING PATH – OPTION – PILIH DETECT EDGE

Jangan lupa memilih WARP AROUND OBJECT SHAPE PADA MENU BAR.

Oke, saya rasa cukup untuk kali ini. Untuk menghasilkan layout yang keren tentu saja kita musti banyak berguru pada yang lebih jago. Cari referensi lain di internet. Terus semangat kawan. Terima kasih telah mengunjugi blog ini. Komentar anda sangat dibutuhkan untuk perbaikan blog ini, agar menjadi semakin baik.

Advertisements

4 thoughts on “Mari membuat majalah sendiri (Part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s