Baju Baru Bikin Malu

Rasanya mataku sudah tidak kuat lagi menahan rasa kantuk ini. Kantung mataku sudah terasa berat dan memerintahkan untuk segera dipejamkan. Kebosanan mulai menghinggapi diriku di sela-sela aku menunggu Hafid berjuang di dalam ruang lomba. Buku dan sebungkus kacang kapri yang diberikan Bu Lin buatku tak cukup untuk mengobati rasa kantukku. Akupun segera berinisiatif untuk jalan-jalan berkeliling ke area lomba.

“Bu, nitip tas dulu saya mau jalan-jalan”

“Oke…, monggo” dengan mengacungkan jempolnya Bu Lin mempersilahkan aku untuk jalan-jalan.

Segera saja aku raih tas kamera untuk aku kalungkan ke leherku. Akupun berjalan santai dan penuh rasa percaya diri menjelajahi setiap sudut SMK Negeri 4 ini. Apalagi aku mengenakan polo shirt baru warna hijau yang keren, merk terkenal lagi (he..he…. narsis+guaya!!!) Segera aku keluarkan kamera dari sarungnya. Setelah setting sedikit, akupun segera memfoto beberapa sudut-sudut sekolah ini. Begitu tertata dan rapi sekali. Setelah cukup puas berkeliling aku mencoba mengambil gambar di dekat tempat lomba graphic design. Karena terlalu ramai akhirnya kuputuskan untuk duduk di atas sebuah meja yang disediakan panitia.

“Dari SMK Mana mas…” aku bertanya kepada seseorang di dekatku.

“Dari Bangil Pak…” jawabnya pelan.

Akupun segera menjadi akrab dengan teman baruku tersebut. Kami pun mengobrol ngalor-ngidul dengan serunya. Di tengah- tengah pembicaraan, temanku bertanya kepadaku.

“Sampean satu SMK dengan Bapak itu ta? Sambil menunjuk ke arah orang separuh baya yang menggunakan kaos polo berwarna hijau di depanku.

“Ah Bukan Pak, saya dari Jombang. Kalau melihat potongannya bapak itu pasti dari Surabaya atau SMK kota-kota besar.” lanjutku dengan penuh semangat. Lantas temanku tadipun mencoba berbicara lagi kepadaku.

“Kok seragamnya sama Pak? sama-sama ijonya? Dari Panti Asuhan mana Pak” ucap temanku dengan nada agak menyindirku.

Sambil ketawa dan senyam-senyum penuh kepercayaan diri akupun mencoba menyangkal sekali lagi ucapan temanku ini.

“Ah, masih kerenan baju saya ini Pak..he,,he,,,Ngomong-ngomong saya bukan dari panti asuhan mana pun. Saya dari SMK Negeri 1 Jombang Pak”

Kami berdua pun segera tertawa lepas, dan ngakak tanpa aturan. Namun bagai menelan racun tikus sesaat kurasakan sesak napas dan detak jantungku pun berhenti berdegup ketika aku menyadari hal yang tidak aku ketahui sebelumnya.

“Astaga kuda….. ini rupanya yang dimaksud temenku tadi….” rupanya bapak setengah baya yang ada di depanku memakai kaos yang sama persis seperti yang saya kenakan. Lantas wajahkupun segera memerah kayak kepiting rebus. Akupun memperhatikan sekali lagi Bapak setengah baya yang ada di depanku, serta meyakinkan bahwa kaos yang dikenakannya tidak sama dengan punyaku. Alamak… ternyata mulai dari logo kaosnya, motifnya, hingga warna kaos dan merknya pun sama dengan yang aku kenakan. Aduh… akupun tidak bisa menyembunyikan rasa maluku di hadapan temanku saat Bapak setengah baya tadi tersenyum kepadaku.

Akupun bertambah malu dan merasa kalah telak ketika temenku nyeletuk

“Udah ketemu saudaranya…”

sial-sial-sial….. baju baruku yang kuanggap satu-satunya di dunia ini ternyata ada kembarannya juga. Waduh….. malu… malu… malu…..

Advertisements

One thought on “Baju Baru Bikin Malu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s