Gurita laut meramalkan Indonesia Juara AFF Cup 2010


Tentu saja anda semua masih ingat dengan Paul? Si gurita dari jerman yang mampu meramal hasil pertandingan final piala dunia 2010 dengan tepat. Fenomena paul, nampaknya terjadi di Piala AFF 2010. Betapa tidak, kemarin di salah satu pusat rekreasi Seaworld dipertontonkan seekor gurita besar bernama Gudel untuk memamerkan ramalannya.
Sekitar pukul 14.30 kemarin, begitu banyak pengunjung yang antusias dan penasaran untuk mengetahui ramalan yang dibuat oleh Gudel, dan para pengunjungpun akhirnya dibuat puas oleh ramalan gudel, karena Gurita Dewa Laut ini memilih bendera Indonesia. Paling tidak ramalan si Gudel menjadi pelipur lara dan hiburan bagi suporter tim nasional Indonesia. Yang pasti, juara atau tidaknya timnas, ditentukan oleh kerja keras dan sedikit keberuntungan.
Kita tunggu saja, apakah ramalan si gudel benar-benar terwujud?

Advertisements

Hidup dan Mati


Sebuah catatan kecil dari AFF Cup 2010
Malam nanti, seluruh rakyat Indonesia yakin dan berharap tim nasional bisa menjadi yang terbaik. Pertandingan leg kedua di Gelora Bung Karno malam nanti merupakan pertandingan hidup mati, betapa tidak tim nasional kita diharuskan menang lebih dari 4 gol untuk bisa meraih piala AFF untuk kali pertama. Sebuah misi yang mustahil, sang pelatih Alfred Riedl pun berujar demikian. Walau begitu sang pelatih masih berambisi untuk meraih kemenangan berapapun skornya. Berikut adalah petikan wawancara yang saya kutip dari situs goal.com
“Kemenangan menjadi harga mati bagi kami, walaupun skor akhirnya nanti tidak bisa membawa Indonesia menjadi juara,”
Paling tidak, harapan bangsa ini untuk melihat tim nasionalnya menjadi yang terbaik masih ada.
Bagi saya, kemenangan memang harus kita dapatkan apapun caranya. Bukan berarti saya menyarankan suporter kita untuk membawa sinar laser, petasan ataupun hal bodoh lainnya. Kemengangan harus kita raih dengan kengototan dalam bermain, determinasi yang tinggi, serta konsentrasi. Seperti yang kita ketahui bersama, 3 gol yang bersarang di gawang Markus Haris Maulana adalah buah dari minimnya konsentrasi pemain-pemain kita (walaupun menurut beberapa sumber disebabkan karena banyaknya faktor non teknis).
Faktor non teknis apa yang menyebabkan kita kalah? Selain sinar laser ada banyak faktor yang menyebabkan tim nasional menjadi tidak fokus dan hilang konsentrasi. Coba lihat saja, aktifitas timnas sebelum melakoni laga leg pertama di Kuala Lumpur. Begitu padat dan sama seperti selebriti, melakukan agenda yang sama sekali tidak penting. Mulai dari photo-photo sampai istighosah… What the hell…. Euforia yang terlalu berlebih membuat tim nasional kehilangan fokus, kita belum juara, kita hanya masuk final, tetapi sikap dan pemujaan yang berlebihan terus saja diarahkan kepada tim nasional. Mengagendakan mereka untuk makan-makan, foto bareng, atau setumpuk hal yang berbau sampah lainnya. Tak ayal pelatih tim nasional pun akhirnya berani membuka mulut setelah kita keok di KL. Alfred Riedl menegaskan bahwa banyak sekali kegiatan dan agenda yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan sepakbola membuat persiapan tim nas terganggu.
Ayolah… ini adalah kesempatan kita untuk kali pertama menjadi raja di Asia Tenggara, janganlah menjadikan tim nasional sebuah komoditi, dan sebagai kendaraan untuk tujuan tertentu. Timnas adalah milik Rakyat, jadi jangan jadikan mereka alat untuk meraih kepentingan golongan ataupun individu. Politisasi, kembali terjadi. Memanfaatkan momentum demi meraih ambisi yang tentu saja menguntungkan beberapa gelintir orang maupun kelompok. Ayolah, hentikan semuanya…
Ini adalah saat yang tepat bagi setiap orang untuk berbenah, kalau memang kita gagal kali ini kita harus berkaca dan mengevaluasi kinerja kita. Membenahi setiap lini yang carut marut, kompetisi internal yang bobrok, semuanya harus kita benahi. Sebagai rakyat kecil, saya hanya berharap tim nasional dapat menjadi yang terbaik, tak ada lagi tendensi di balik pencapaian timnas. Semoga saja Indonesia Juara…

Ah… Kok bentol-bentol semua badan saya…

Betapa terkejutnya aku ketika istriku berteriak dan menunjukkan muka yang gugup. Rasa terkejutku makin bertambah ketika

kuperhatikan di beberapa bagian kaki dan tangannya muncul bentol-bentol kecil berwarna merah. Begitu gatal dan panas yang

dirasakannya. Tak ayal kepanikan langsung melanda seluruh rumah, seakan semua terhipnotis dan tak tahu apa yang harus

dilakukan. Untung saja ada mbah google, langsung kumasukkan kata kunco “bentol-bentol, gatal, merah” dalam hitungan detik

kepanikan seisi rumah langsung mereda, apa pasal? ternyata istriku mengalami alergi. Aku teringat, semalam kita baru saja

makan udang, mungkin karena terlalu banyak dan tidak dibagi-bagikan ke teman-teman jadinya alergi… he,,he,..
Menurut beberapa pakar alergi merupakan keadaan yang timbul sebagai reaksi terhadap zat-zat asing yang
berasal dari luar tubuh, misalnya debu, serbuk sari, makanan, kosmetik, udata
dan obat-obatan tertentu. Alergi juga dapat disebabkan oleh tidak seimbangnya
vitamin dan kineral, yang mungkin disebabkan oleh diet yang salah atau akibat
tidak langsung dari gagalnya lapisan dinding usus untuk menyerap zat gizi dalam
jumlah yang cukup. Reaksi alergi dapat berupa gatal-gatal, hidung tersumbat,
peradangan, serta gejala iritasi lainnya.

Agar terhindar dari keluhan alergi, tindakan yang paling baik adalah dengan
mengamaati faktor pemicunya dan kemudian menghindarinya. Menjaga kebersihan
badan juga membantu mengatasi alergi.

Penyembuhan dengan tanaman berkhasiat obat (Prof.H.M Hembing Wijayakusuma):
1. 30 gr jahe, 30 gr gula merah, dan 30 cc cuka beras putih, direbus dan airnya
diminum.
2. 30 lembar daun tzesu direbus dengan 600 cc air hingga airnya tersisa 300 cc,
lalu airnya diminum.
3. 100 gr pepaya setengah matang, 60 gr jahe, dan 100 cc cuka beras. Rebus
dengan air secukupnya. Disaring, airnya diminum dan pepayanya bisa dimakan.

4. Wortel secukupnya dijus hingga tertampung 200 cc, lalu diminum.

Ha..ha.. semoga saja istriku cepat sembuh dari alerginya.